Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

5 min read

keutamaan-ramadan

Bulan Suci Romadhon adalah bulan kesembilan dari tahun hijriyah dimana banyak sekali keutamaan di dalam bulan yang mulia ini. Di mana bulan ini adalah bulannya Allah SWT, karena pada bulan ini semua amal yang kita perbuat akan dilipat gandakan sebesar 1000 kali lipat dari bulan bulan lainnya.

Pengertian Bulan Ramadhan

Kata Ramadhan diambil dari bahasa arab yaitu Ramida atau Ar-Ramad yang artinya panas. Panas di sini ada beberapa pendapat diantaranya:

Pendapat pertama muncul dari masyarakat makkah yang merasa kepanasan dengan cuaca yang sangat menyengat sampai ke dalam tubuh, dari itulah mereka menamakan bulan ini dengan kata “Ramadhan”.

Pendapat kedua, karena kondisi tubuh yang sedang berpuasa jadi mereka berpendapat panasnya perut untuk menahan rasa lapar dan dahaga.

dan sebagai pembakaran dari dosa dosa yang sudah diperbuat.

Cara menentukan tanggal satu Ramadhan

Dalam menentekuan tanggal satu pada bulan ramadhan yaitu ada dua cara diantaranya dengan Rukyatuh Hilal (dengan melihat bulan sabit) dan Hisab (perhitungan).

Di Indonesia sendiri menggunakan Rukyatuh Hilal untuk Nahdatul ulama dan kementrian agama, sedangkan hisab hakiki wal judul hilal itu dipakai oleh Muhammadiyah.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Pada bulan yang mulia ini di setiap 10 harinya ada hadiah dari Allah SWT, seperti pada 10 hari pertama pada bulan Ramadha Allah Memberikan rahmatnya kepada kita, 10 hari ke dua diberikan ampunan dan 10 hari terakhir dibebaskan dari api neraka.

Selain keutamaan di atas ada juga keutamaan Bulan Ramadan yang perlu diingat, diantanya sebagai berikut :

Peristiwa diturunkannya Al-Qur’an

Peristiwa diturunkannya Al-Qur’an atau sering kita sebut dengan Nujulul Qur’an terjadi pada tanggal 17 Ramadhan di gua Hira’.

Pada waktu itu Nabi Muhammad SAW sedang bertahanus atau mengasingkan diri dari masyarakat makkah di gua Hira’ kemudian datang malaikat jibril menyampaikan wahyu dari Allah SWT.

Wahyu tersebut berupa ayat yang menyuruh Nabi SAW untuk membaca ayat tersebut adalah Surah Al-Alaq ayat satu sampai lima.

Al Alaq Keutamaan Bulan Ramadhan

Berikut adalah ayatnya :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4)
(5) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Yang artinya “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘Alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya” (Q.S Al-Alaq : 1-5).

Laitatul Qadr

Infografis surah Al Qadr

Pada bulan Ramdhan terdapat malam yang lebih dari pada 1000 bulan yakni sering kita kenal dengan Lailatul Qadr.

Biasanya malam ini terjadi pada 10 hari terakhir pada bulan Ramdhan dengan itungan ganjil seperti 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Pada malam malam ini banyak sekali orang orang yang beri’tikaf (Berdiam diri) di masjid dengan tujuan untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Adapun Firman Allah SWT pada surah Al-Qadr

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْر(1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ(2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر(3) تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَ الرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ(4) سَلاَمٌ هِىَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ(5

Yang artinya : “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikan dan malaikan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Q.S Al-Qadr : 1-5)

Setiap Amal dilipat gandakakan

Pada bulan Ramadhan semua amal yang kita perbuat akan dilipat gandakan sebanyak 1000 kali lipat. Baik itu membaca Al-Qur’an, Bersedekah, menolong orang yang sedang kesuliatan dan lain sebagainya.

Dikabulkannya Do’a

Mungpung bulan Ramadhan segala do’a yang kita minta pasti di qabul oleh Allah, sebagaimana Firmannya

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Yang artinya berfirman: “ Dan Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (Al-Mu’min :60)

Adapun Waktu dikabulnya do’a kita yakni ada tiga pada saat sahur sedang berpuasa dan pada saat berbuka puasa.

Bulan penuh berkah

Banyak sekali keberkahan pada bulan Ramadhan yang Allah berikan kepada kita semua. Diantaranya adalah diturunkannya kitab suci umat islam yakni Al Qur’an, adanya malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan yaitu Laitaul Qadr dan banyak lagi yang lainnya.

Amalan Ketika Bulan Ramadhan

Ada beberapa amalan yang dapat kita lakukan pada Bulan Suci ini diantaranya sebagai berikut :

Berpuasa

Puasa menurut bahasa yaitu ‘imsak’ (menahan diri) dari perbuatan dan berbicara, adapun menurut Syara’ puasa adalah menahan diri dari yang membatalkan menurut cara tertentu. Diwajibkannya berpuasa semenjak tahun ke dua hijriyah.

Adapun dalil yang menentukan wajibnya puasa adalah firman Allah QS. Al-Baqarah ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yang artinya : “Wahai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuas sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (Q.S Al-Baqarah :183)

Syarat Sahnya Puasa

Syarat sah puasa ada 4 yaitu sebagai berikut :
a. Islam
b. Aqil (Berakal)
c. Suci semisal dari haid
d. Mengetahui waktu puasa sebelumya bagi orang yang berpuasa

Syarat Wajibnya Puasa

Syarat wajib puasa ada 5 yaitu sebagai berikut :

  1. Islam
  2. Mukallaf (Orang yang telah terkena kewajiban syara’)
  3. Kuat melakukan puasa
  4. Sehat
  5. Iqamah (tiadak berpergian)

Rukun Puasa

Rukun Puasa ada 3 yaitu sebagai berikut:

  1. Niat pada malam harinya untuk setiap harinya puasa fardhu
  2. Meninggalkan hal yang membatalkan puasa ketika masih dalam keadaan ingat serta bisa memilih (tidak ada paksaan), juga tidak bodoh yang ma’dzur (terhalang).
  3. Shaim (orang yang melakukan puasa)

Batalnya Puasa

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa diantaranya sebagai berikut :

  1. Murtad (keluar dari agama islam)
  2. Haid atau Nifas
  3. Istimna’ (mengeluarkan sperma dengan sengaja)
  4. Melahirkan (bersalin)
  5. Gila, walaupun hanya sebentar
  6. Pingsan
  7. Mabuk yang disengaja jika terjadi pada siang harinya
  8. Makan, minum dan bersetubuh dengan sengaja
  9. Tidak berniat puasa pada malam sebelumnya

Wajib Kafarat (Hukuman)

Wajib meng-qodlo bagi orang yang puasa yakni membayar kaffarah dan melakukan ta’zir atas orang yang merusak (membatalkan) puasanya pada siang ramadhan secara penuh dengan sebab jima’.

Wajib meng-qhodlo bagi orang yang yang berpuasa ada 6 yaitu sebagai berikut :

  1. Pada bulan ramadhan bukan pada bulan yang lainnya karena sengaja membatalkan puasa.
  2. Meninggalkan (tidak berniat) puasa di malam hari pada puasa fardhu.
  3. Orang yang bersahur karena menyangka masih malam, namun dugaannya ternyata berbeda (sudah terbit fajar).
  4. Orang berbuka puasa karena ia menyangka sudah terbenam matahari, akan tetapi faktanya menyalahi dugaannya (ternyata matahari belum terbenam).
  5. Orang yang meyakini bahwa telah genap tanggal 30 bulan sya’ban, namun ternyata telah memasuki bulan ramadahan.
  6. Orang yang terlanjur menelan air ketika kumur kumur atau (menghisap) dari air yang masuk dari hidung.

Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa

Ada beberapa macam orang yang mendapat dispensasi tidak puasa, yaitu :

Orang yang sakit sesuai dengan petunjuk dokter

  • Jika sakitnya tidak akan bisa sembuh secara medis, maka hanya wajib membayar fidyah.
  • Jika sakitnya bisa sembuh, maka hanya perlu meng-qodho puasanya saja, tidak membayar fidyah.

Wanita yang hamil dan sedang menyusui

Musafir wajib meng-qadho puasa yang ditinggalkannya.

Syarat syarat berpergian yang bisa tidak berpuasa :

  • Harus 2 marhalah (±82 kilo atau lebih)
  • Bukan perjalanan maksiat
  • Harus berangkat sebelum adzan subuh
  • Waktu makan di tengah perjalanan harus niat melaksanakan rukhsoh (keringanan puasa)

Orang lanjut usia yang tidak sanggup lagi berpuasa

Sebagai gantinya bagi orang yang lanjut usia adalah harus membayar fidyah setiap hari, dengan memberi makan kepada seorang miskin (satu mud yaitu, 6 ons).

Shalat malam (Tarawih)

Sholat Tarawih adalah shalat malam yang dilaksanakan seteleh shalat isya’. Shalat tarawih juga ada yang 20 raka’at dan 3 raka’at witir dan ada juga yang 8 raka’at shalat tarawih dan 3 shalat witir.

Keduanya sama saja yang membedakan hanya hitungan raka’atnya. Ini urusan khilafiyah para ulama ahli fiqih.

Membaca Al Qur’an

Membaca Al Qur’an pada bulan suci ini sangatlah baik dan amal yang kita peroleh dari setiap hurupnya akan dilipat gandakan.

Bersedekah

Bersedekah adalah memberikan sebagian harta yang kita punya kepada orang lain dengan niatan agar mendapatkan pahala dari allah SWT.

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah mengeluarkan sebagian hartanya oleh setiap muslim setahun sekali kepada seseorang yang berhak untuk menerimanya, berupa makanan pokok sesuai kadar yang telah ditentukan oleh syara’.

Zakat fitrah juga sebagai penyucian diri bagi orang yang berpuasa sehingga seperti bayi yang baru dilahirkan.

Hukum Zakat Fitrah

Hukum Zakat Fitrah adalah fardhu ‘ain . Artinya dilakukan oleh setiap umat muslim, baik tua, muda atau pun anak-anak, yang baru dilahirkan ibunya, karena sudah termasuk tanggungan orang yang wajib membayar zakat.

Tujuan Zakat Fitrah

Zakat fitrah memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan orang orang miskin pada hari raya idul fitri dan untuk menghibur mereka. Adapun zakat fitrah berupa makanan pokok penduduk negeri tersebut.

Misalnya, makanan pokoknya adalah beras. Maka, zakat fitrahnya harus dengan beras.

Waktu Dan Hukum Pembayaran Zakat Fitrah

Berikut adalah waktu waktu pembayaran zakat fitrah antara lain sebagai berikut :

  1. Waktu yang diperbolehkan, Yaitu dari awal ramadhon sampai penghabisan ramadhon.
  2. Waktu Wajib, yaitu mulai terbenam matahari penghabisan ramadhon.
  3. Waktu yang lebih baik atau afdhol (sunnah), yaitu sesudah shalat subuh sebelum pergi shalat hari raya.
  4. Waktu makruh, yaitu setelah shalat hari raya sebelum terbenamnya matahari.
  5. Waktu haram, yaitu sesudah matahari terbenam pada hari raya.

Umroh

Umroh adalah berkunjung ke Makkah Al Mukarommah dan berziarah ke-makam Baginda Rasulullah SAW yang berada di Madinah.

Hal hal yang sering dilakukan saat bulan Ramadhan

Ada banyak sekali orang yang melakukan aktivitas aktivitasnya saat tiba di bulan ramadhon diantaranya sebagai berikut :

Pesantren kilat

Bagi santri, pesantren kilat sudah tidak asing lagi untuk didengar karena setiap tahunnya di setiap pondok pesantren atau madrasah pasti mengadakan yang namanya pesantren kilat atau dalam istilah santri sering disebut dengan istilah Pasaran.

Pasaran bagi santri adalah menambah keutamaan menuntut ilmu, khususnya di bulan ramadan.

Di pesantren kilat, kita belajar fokus terhadap satu pembelajaran dan biasanya waktu pelaksanaannya selama 20 sampai 25 hari.

Ngabuburit

Pastinya Anda tidak asing lagi dengan istilah ngabuburit. Ngabuburit adalah aktivitas untuk menunggu adzan maghrib berkumandang, mau itu dengan jalan-jalan keluar untuk membeli makanan untuk ta’jil atau pun menghabiskan waktu dengan mengaji Al-Qur’an dana malan sunnah yang lainnya.

Berdagang

Para pedagang yang berdagang pada bulan ini sangatlah beruntung apalagi pedagang yang mendagangkan aneka ta’jil untuk berbuka puasa dan juga bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan besar.

Karena ibadah dan kerja harus seimbang.

Banyaknya keutamaan bulan ramadhan, tentunya kesempatan yang sangat berharga bagi kaum muslim seluruh dunia. Dengan cara banyak mengerjakan amalan wajib dan sunnah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *