Keutamaan Bulan Syaban, Doa dan Amalannya

5 min read

Nabi Sahlallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata, keutamaan bulan Syaban dibandingkan dengan bulan yang lainnya adalah seperti keistimewaannya diriku dibandingakan dengan para nabi. Sementara keutamaannya bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan yang lainnya adalah seperti keunggulan Allah dengan hamba-Nya.

Dalam hal ini bukan berarti Nabi shalallahiu ‘alaihi wa sallam menampakkan kesombongan. Melainkan mengajarkan kepada para sahabat dan umat setelahnya, bahwa Allah telah meninggikan derajat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di atas para nabi yang sholeh.

Bulan Syaban Dilipatagandakannya Kebaikan

Pernah lagi Nabi shalalahu ‘alaihi wa sallam bertanaya kepada para sahabat, “Apakah kalian tahu mengapa dinamakan Syaban?”

Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengerahui,”

Nabi menjelaskan bahwa, “Disebut Syaban karena sesungguhnya di bulan Syaban dilipatgandakannya kebaikan yang begitu besar.”

Kata Syaban Diambil dari 5 huruf yang Istimewa

Dari Yahya bin Mu’adz, kata sya’ban diambil dari lima huruf yang mengandung makna khusus.

Syin. Syarof dan Syafaat

Arti syarof adalah keutumaan. Tidak aneh jika syaban memiliki sejumlah keutamaan bagi orang yang mengagungkan di bulan syaban dengan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah dan mengamalkan sunnah-sunnah nabi muhammad shalalalhu ‘alaihi wa sallam.

Kata syarof yang merupakan bagian dari makna Syaban mengingatkan kepada kita bahwa adanya janjuran untuk mengisi bulan Syaban sebagai bulan kemulyaan.

Syin yang kedua berarti Syafaat. Arti syafaat sendiri adalah pertolongan. Kisah bagaimana seorang yang bernama Muhammad bin Abdillah Az Zahidi, akan AlaSunnah kisahkan di bawah.

Huruf ‘Ain pada kata Sya’ban mengandung arti ‘izzah. Maksudnya adalah kemulyaan.

Barangsiapa yang mengagungkan suatu perkara, maka ia akan diagungkan. Termasuk bagi muslim yang mengagungkan bulan mulia Syaban ini, maka Allah akan mengagungkan sebab agungnya bulan SYa’ban.

Huruf BA.

Al Birru, berarti kebaikan. Jika seorang muslim melakukan kebaikan di bulan syaban, maka Allah akan melipatgandakannya sebanyak 700 kali lipat.

Huruf ALIF

Syarah dari dari makna alif adalah al ulfah, berarti persatuan atau persahabatan.

Bagaimana tidak huruf alif yang ada pada kata Sya’ban mengajarkan kepada kita untuk bersatu, pun bersahabat. Karena antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah saudara.

Ini menandakan anjuran untuk menjalin persahabatan dengan cara yang baik akan menimbulkna persataun yang kokoh. Tanpa mengkalim paling benar.

Huruf NUN

Di dalam kata Syaban ada huruf Nun, yang memiliki arti Nur (cahaya). Cahaya yang sifatnya menerangi kegelapan. Cahaya yang bisa membedakan warna satu dengan warna yang lain. Cahaya yang bisa membedakan mana yang baik dasna mana yang salah.

Hruf Nun mengajarkan kepada kita sebagai muslim untuk terus menjadi cahaya, yang bisa menerangi saudara yang terjerumus di dunia kegelapan.

Dan inti dari cahaya itu sendiri adalah di pembersihan hati.

Sebagaimana bulan Rajab membersihkan badan, Syaban membersihkan Qolbu (hati) dan Ramadhan membersihkan ruh.

Maka, barang siapa yang selalu berusaha membersihkan badan, maka ia akan bersih hati. Pun barang siapa yang sellau berusaha membersihkan hati, maka ia akan bersih ruh.

Sebaliknya, jika tidak berusaha membersihkan badan di Bulan Rajab dasn tidak membersihkan hati di bulan Syaban, bagaimana bisa bersih ruh di bulan Ramadhan?

Maka, benarlah adanya bagaimana perkataan para ahli hikmah (ahli ilmu), “Sesungguhnya Rajab untuk pengampuan dosa. Syaban untuk pembersihan hati dari kesalahan. Ramadan penerang hati, dan Lailatul Qodar sebagai pendekatan diri kepada Allah.

Keutamaan Puasa di Bulan Syaban

Puasa berarti memenjarakan diri, menahan diri dari perkara yang membatalkan. Pun artinya sebagai menahan diri dari hawa nafsu ammaroh menuju nafsu lawwamah dan muthmainnah.

Maka, Rasulullah mengabarkan kabar gembira kepada umatnya yang mengagungkan bulan Syaban dengan cara berpuasa.

“Barangsiapa yang berpuasa selama tiga hari di awal bulan, tiga hari di pertengahan bulan dan tiga hari di akhir bulan Syaban, maka Allah akan mencatat kebaikan seperti kebaikannya tujuh puluh para nabi. Dan ia seperti hamba Allah yang beribadah selama 70 tahun terus menerus. Dan jika ia meninggal di bulan Sya’ban, maka ia tergolong mati syahid.”

Keutamaan bagi Orang yang Mengagungkan Bulan Syaban

Beruntung bagi umatnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, karena banyaknya keutamaan di dalamnya. Salah satu Keutamaan Umat Nabi Muhammad SAW, di bulan Syaban adalah:

Diampuni Dosa, Dijauhkan dari Wabah Penyakit

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata, “Barangsiapa yang mengagungkan Sya’ban dengan cara taat kepada Allah, melakaukan perbuatan yang diperintahkan-Nya, dan menahan diri dari maksiat, maka Allah akan mengampuni dosanya. Dan Allah akan memberikan keamanan kepadanya di bulan itu dari balai (kecelakaan) dan wabah penyakit.”

Keutamaan Malam Nishfu Syaban

Diantaranya keutamaan yang terdsapat di bulan Syaban adalah adanya Malam Nisfu Sya’ban.

“Nabi Shalallahu ‘alahi wa salllam telah bersabda, ” Barangsiapa yang menghidupkan dua malam Ied (Idul Fitri & Idul Adha), dan malam pertengahan di bulan Sya’ban, maka hatinya tidsak akan mati ketika hati-hati yang lainnya mati.

Diriwayatkan dari Sayyidina ‘Atho bin Yasar:

“Tidak ada malam setelah malam Qadr yang lebih utama, kecuali malam pertengahan di Bulan Syaban,”

Cara Mengagungkan Bulan Syaban

Banyak cara untuk mengangungkan bulan Sya’ban ini dengan sejumlah ibadah yang disunnahkan. Diantaranya:

  1. Membaca Al Qur’an
  2. Dzikir
  3. Doa

Pun kita bisa mengamlkan amaliah yang lainnya, seperti memperbanyak shalawat, sedekah, silaturahmi, dan yang paling penting adalah menuntut ilmu.

Keutamaan Menuntut Ilmu, baik yang fardhu ‘ain, fardhu kifayah dan yang sunnah telah dibahas sebelumnya.

Kisah yang Memuliakan Bulan Syaban

Telah dikisahkan dari Muhammad bin Abdillah Az Zahidi. Beliau mengisahkan tentang sahabatnya yang bernama Abu Hafsh Al Kabiir yang telah meninggal dunia.

Beliau menyolatkan jenazah sahabatnya itu.

Selama delapan bulan ia tidak menziaraih kuburnya, lalu ia bermaksud untuk berziarah.

Pada waktu malamnya, Muhammad bin Abdillah Az Zahidi bermimpi melihat wajah Abu Hafsh yang berseri.

Lalu, ia mengucapkan salam kepada Abu Hafsh. Namun anehnya, Abu Hafsh tidak menjawab salam darinya.

“Subhanallah… Mengapa engkau tidak menjawab salam dariku?” Muhammad bin Abdillah terheran.

“Menjawab salam adalah ibadah,. Sementrara kami (yang di alam kubur) sudah tertolak untuk melakukan ibadah,” jawab Abu Hafsh.

“Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, mengapa wajahmu begitu berseri?” tanya Muhammad bin Abdillah kepada sahabatnya.

Kemudian Abu Hafsh mengisahkan kepada sahabat karibnya itu.

“Ketika aku di alam kubur, datang seorang malaikat di atas kepalaku sambil membentak, Wahai Syaikh yang buruk…!

Malaikat itu menghitung dosaku dan buruknya peruatanku selama di dunia. Lalu malaikat itu memukul punggungku, dan menyalakan api untk membakarku.

Lalu ia berkata, ‘Apakah kamu tidak malu kepada Allah? Kemudian meluluhlantahklan tulang rusukku dengan api. ketika sudsah terpuuts, mak tersmbung lagi, terus menerus. Sampai tersisa dosaku di malam Nisfu Sya’ban.

Kemudian terdengar suara yang memanggil malaikat, Ya Malaikat… tinggalkan dia, sesungguhna dia (Abu Hafsh0 telah menghiudpkan malam Nisfu Sya’ban sewaktu hidupnya, dasn berpuasa di siang harinya.

Maka, Allah mengampuni dosaku dengan sebab aku menghidupkan malam di bulan Syaban dan berpuasa di siang harinya.

Kemudian Allah memberikan kegembiaraan kepadaku dengan kenikmatan surga dan kasih sayang-Nya.

Doa Malam Nisfu Syaban

Di malam Nisfhu Syaban, ada amalan yang dianjurkan seperti berdoa. Kita sebagi muslim tentu wajib berdoa kepada Allah meminta diberi umur yang panjang untuk beribadah, diberkahkan rezeki, dan ditetapkan iman islam dalam sanubari.

AsSayyid Utsman bin yahya menuliskan amalan dan doa bulan nisfu sya’ban dalam kitab Maslaakul Akhyar :

Caranya sebgai berikut:

  • Membaca Surat yasin sebanyak 3x, lalu membaca doa berikut ini:
doa lengkap malam nisfu syaban

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Do’a Nisfu Syaban Latin

Allohumma yaa dzal manni, wa laa yumannu ‘alaika, yaa dzal jalaali wal ikroom.

Yaa dzat thowli wal in’aam, laa ilaaha illaa anta zhohral laajiin, wa jaarol mustajiiriin wa ma’manal khoo’ifiîn.

Allohumma in kunta katabtanii ‘indaka fî ummil kitaabi syaqiyyan au mahruuman au muqtarron ‘alayya fir rizqi,.

Famhullohumma fî ummil kitaabi syaqoowatî wa hirmaanî waqtitaaro rizqî, waktubnii ‘indaka sa‘iidan marzuuqon muwaffaqon lil khairoot.

Fa innaka qulta wa qoulukal haqqu fî kitaabikal munzal ‘alaa lisaani nabiyyikal mursal,

“yamhullohu maa yasyaa’u wa yutsbitu, wa ‘indahuu ummul kitaab”

wa shallallâhu ‘alaa sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aalihii wa shohbihîi wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Arti Do’a Nisfu Syaban

Artinya:

“Ya Allah Ya Tuhanku, yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan.

Wahai Allah pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman bagi orang-orang yang takut.

Ya Allah Ya Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauhil Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauhpl Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang ber-untung, mudahnya rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah bersabda–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhil Mahfuzh.’

Semoga Allah memberikan sholawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah Ta’ala.”

Kesimpulannya, sungguh telah banyak hadist yang menerangkan akan keutamaan bulan Syaban dan keistimwaan malam Nisfu Syaban.

Semoga kita bisa mengisi bulan Syaban dengan cara mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dan menhidupkan sunnah-sunnah nabi.