10 Keutamaan dan Keistimewaan Puasa Ramadhan

3 min read

keutamaan orang yang berpuasa

Diantara amaliah yang membuat As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki mendapat perhatian khusus dan istimewa dari umat Muslim, khususnya bagi muridnya adalah kejeliannya menangkap berbagai keutamaan umat Nabi Muhammad dibandingkan dengan umat-umat terdahulu.

Salah satunya adalah keutamaan orang yang berpuasa untuk umat Nabi Muhammad shalallahu ‘alahi wa sallam.

Pentingnya Puasa

Shaum atau Puasa adalah secara bahasa artinya ,emahan. Adapun secara arti secara syara’ adalah menahan diri dari makan dan minum dan segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai terbenam dengan ketentuan dan syarat tertentu.

Puasa yang merupakan salah satu rukun Islam mempunyai kedudukan yang amat tinggi dan keutamaan di dalamnya. Maka, berbahagialah bagi orang Islam yang berpuasa.

Selain sebagai suatu kewajiban, puasa juga sebagai bentuk penghambaan kepada Allah ta’ala.

Juga puasa akan bermanfaat untuk kesehatan.

Keutamaan Puasa Ramadhan

Ada banyak sekali keutamaan bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. AlaSunnah.com meringkasnya yang bersumber dalam Kitab Keistimewaan Umat Nabi Muhammad, As Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki AL Hasani

Pintu Khusus Surga Ar Rayyan

Allah memberikan keistimewaan dan keutamaan kepada umat Nabi yang berpuasa dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yang bernama Ar Rayyan, yaitu pintu yang khusus disediakan bagi muslim yang berpuasa.

Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “ Pintu Ar Rayyan hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang berpuasa. Jika pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, tidak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya,”

Benteng dari Api Neraka

Allah Ta’ala memberikan keistimewaan dan keutamaan orang berpuasa sebagai benteng yang kokoh dari siksa api neraka, juga sebagai tirai penghalang dari godaan nafsu.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa (Ramadhan) adalah pedang dan benteng kokoh dari siksa api neraka,”

Dalam hadits lainnya, Nabi shalalallahu ‘alaihi wa sallam menambahlan bahwa puasa berfungsi sebagai pedang itu seperti pedang dalam peperangan. Selama tidak dinodai oleh kedustaan dan pengunjingan.

Bau Mulutnya Lebih Harum dari Misyik

Allah memberikan keistimewaan kepada ahli puasa dengan menjadikan bau mulutnya itu leih harum dari minyak misik.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak di sisi Allah daripada bau minyak misik.

Mendapatkan Dua Kebahagiaan

Allah memberikan dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak.

Orang yang berpuasa dalam santapan bukannya meluapkan rasa syukurnya, sedangkan bersyukur termasuk salah satu ibadah dan dzikir.

Syukur yang terungkap dalam keahagiaan karena telah diberi kemampuan Allah untuk menyempurnakan puasa di hari tersebut sekaligus berbahagtia atas janji pahala besar dari-Nya.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang  berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Dzat Allah Ta’ala.”

Diberikan Medan Penempa Kesehatan Dan kesembuhan Dari Penyakit

Puasa telah Allah jadikan sebagai medan untuk menempa kesehatan dan kesembuhan dari beragam penyakit.

Nabi shalallahu ‘alihi wa sallam bersabda, “berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat!”

Rahasia kesehatan dibalik ibadah puasa adalah bahwa puasa menempa tubuh untuk melumatkan racun-racun yang mengendap dan mengosongkan materi-materi kotor lainnya dari dalam tubuh.

Kesehatan yang didapat dengan cara berpuasa puasa itulah yang kemudian digunakan untuk beribadah, sehingga akan meningkatkan ketaqwaan, sebagai tujuan utama puasa itu sendiri.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”(QS Al-baqarah:183).

Dijauhkan Wajahnya Dari Siksa Api Neraka

Keistimewaan yang Allah berikan kepada ahli puasa dengan menjauhkan wajahnya dari siksa api neraka.

Matanya tak akan sampai melihat pawai arak-arakan neraka dalam bentuk apapun juga.

Nabi shalallahu ‘alihi wa sallam bersabda, “barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.

Memperoleh Ganjaran dan Puasa Yang Tak Terhitung Banyaknya

Dalam Al-Quran, Allah berfirman, “Mereka adalah orang-orang yang bertaubat, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar, dan yang memelihara hokum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.”(QS At-Tawbah: 112)

Sebagian ulama ahli tafsir menerangkan, as-sa‘ihun, atau orang-orang yang melawat, pada ayat tersebut adalah orang yang berpuasa, sebab mereka melakukan lawatan (kunjungan) kepada Allah.makna lawatan disini adalah bahwa puasa merupakan penyebab bagi orang yang berpuasa untuk sampai dekat  kepada Allah. 

Lawatan ke Allah ditandai dengan meninggalkan seluruh kebiasaan yang selama ini dilakoni (makan, minum, mendatangi istri da siang hari serta menahan diri dari rasa lapar dan dahaga).

Allah subhanahu wa ta‘ala berfirman, “sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(QS Az-Zumar:10).

Orang-orang bersabar maksudnya adalah orang, sebab puasa adalah nama lain dari sabar.

Di saat berpuasalah, orang-orang yang bersabar (dalam beribadah puasa) memperoleh ganjaran dan pahala yang tak terhitung banyaknya dari Allah subhanahu wa ta‘ala dzat yang Maha pemberi.

Segala Aktivitas Orang Yang Berpuasa Dijadikan Ibadah Dan Ketaatan kepada-Nya

Allah memberi keistimewaan dengan menjadikan segala aktivitas orang yang berpuasa sebagai ibadah dan ketaatan kepada-Nya.karenanya, bagi orang yang berpuasa, meninggalkan ucapan yang tidak berguna (diam) adalah ibadah,serta tidurnya dengan tujuan agar kuat dalam melaksanakan ketaatan di jalan-Nya juga ibadah.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya merupakan ibadah, dan doanya akan dikabulkan,serta perbuatannya akan dilipatgandakan (pahalanya).”

Orang-Orangm Yang Berpuasa Akan Dimintakan Ampunan Oleh Malaikat Pada Malam-Malam Ramadhan

Di antara cara yang Allah kenakan dalam memuliakan orang yang berpuasa, Dia menjadikan orang yang memberi makan berbuka pahalanya sama persis dengan orang yang berpuasa itu sendiri meski dengan sepotong roti atau seteguk air.

Dalam sebuah riwayat, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, seseorang yang memberi makan orang yang puasa dari hasil yang halal akan dimintakan ampunan oleh malaikat pada malam-malam ramadhan.

Orang yang berbuka puasa dengan berjama’ah, maka para malaikat akan bersholawat (memintakan ampunan) baginya.

Orang yang berbuka puasa dengan berjama’ah demi melihat keagungan puasa, para malaikat akan bersholawat (memintakan ampunan) baginya.

Keutamaan puasa Ramadhan sungguh besar. Semoga kita dimudahkan dalam menjalankannya dan menjadi pribadi muslim yang kembali ke suci di Bulan Syawal nanti.