Keutamaan Sholat Tarawih

3 min read

Membahas seputar Keutamaan Sholat tarawih

Pada umumnya sholat sunah dijelaskan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم berapa rakaatnya, seperti Witir, Dhuha, salat Tasbih, salat hari raya, salat gerhana, salat minta hujan dan sebagainya.

Namun dalam salat Tarawih ini tidak dijelaskan secara gamblang seperti sholat sunnah lainnya.

Adapun penetapan Sholat Tarawih 20 rakaat ini bersuumber dari riwayat shohih berikut ini:

Ada 4 Tabi’in yang meriwayatkan Tarawih 20 rakaat.

1. Sa’id bin Yazid

 “Umar mengumpulkan umat Islam di bulan Ramadhan dengan Imam Ubay bin Ka’b dan Tamim al-Dari, dengan 21 rakaat1. Mereka membaca ayat-ayat ratusan. Baru selesai ketika menjelang Subuh” (Riwayat al-Baihaqi dalam al-Sunan 2/496, Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf 4/260)

2. Yazid bin Rauman

“Umat Islam di masa Umar beribadah di malam bulan Ramadhan dengan 23 rakaat” (al-Muwatha’ Malik, 1/115)

3. Yahya bin Sa’id al Qothon

“Umar memerintahkan seseroang menjadi imam salat Tarawih dengan umat Islam sebanyak 20 rakaat” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf, 2/163)

4. Abdul ‘Aziz bin Rafi’

“Ubay bin Ka’ab menjadi imam Sholat Tarawih di bulan Ramadhan di Madinah sebanyak 20 rakaat dan witir 3 rakaat” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf, 2/163)

Para Tabiin ini membuktikan bahwa di Madinah saat itu Sholat Tarawih 20 rakaat.

Imam at Tirmidzi berkata:

Dalam riwayat lainnya 23 rakaat

“Mayoritas ulama mengikuti riwayat Umar, Ali dan sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang lainnya sebanyak 20 rakaat. Ini adalah pendapat al-Tsauri, Abdullah bin Mubarak dan al-Syafii.

As Syafii berkata: Seperti ini yang saya jumpai di Negeri kami Makkah. Umat Islam sholat 20 rakaat” (Sunan al-Tirmidzi 3/169)

Jika masih ada kelompok yang menggugat keabsahan Tarawih 20 rakaat, maka cukup dibantah dengan pernyataan ulama Salafi, Syaikh Abdullah Alfaqih, berikut:

“Secara keseluruhan dari riwayat ini menjadi jelas bahwa 20 rakaat adalah sunat yang unggul dalam Tarawih di zaman Umar bin Khattab. Yang seperti Tarawih ini adalah hal yang populer yang diwariskan dari generasi dan mayoritas umat Islam.

Riwayat Yazid bin Rauman dan Yahya Qattan adalah diterima, meski keduanya tidak menjumpai Sahabat Umar bin Khattab.

Sebab keduanya sudah tidak diragukan lagi menerima amalan ini dari sekelompok umat Islam yang menjumpai Sajabat Umar dan Sahabat ;ainnya.

Hal semacam ini tidak perlu sanad, sebab penduduk Madinah secara keseluruhan menjadi sanad Tarawih” (Fatawa Al-Islam 1/6187)

Bacaan Surat-surat Pendek Dalam Tarawih

Bacaan dalam Tarawih mulai surat at Takatsur sampai al Lahab dan al Ikhlas di rokaat kedua, merupakan amalan para ulama Mesir.

Syaikh al-Azhar, Sulaiman al-Jamal (1204 H) berkata:

“Mengerjakan Sholat Tarawih dengan mengkhatamkan al-Quran selama 1 bulan lebih utama daripada mengulang-ulang surat al Ikhlas 3x di setiap rakaat, atau mengulang-ulang surat ar-Rahman, atau mengulang surat al Ikhlas setelah surat at Takatsur sampai Al Lahab, sebagaimana yang biasa dilakukan kebanyakan imam di Mesir (Hasyiah al-Jamal 4/325)

Hal ini berdasarkan ada seorang sahabat yang tiap rakaat membaca surat al-Ikhlas dan disampaikan kepada Rasulullah (HR al-Bukhari).

Dari hadits di atas Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

“Hadits ini adalah dalil diperbolehkannya menentukan (membaca) sebagian al-Quran berdasarkan kemauannya sendiri dan memperbanyak membacanya, dan hal ini tidak dianggap sebagai pembiaran terhadap surat yang lain” (Fathul Bari 3/150)

Sholawat Di Sela-sela Tarawih

Ada 2 tinjauan dalam masalah ini:

Pertama, membaca shalawat di antara bilangan rakaat Sholat Tarawih bukan saja menjadi kebiasaan bagi umat Islam di Nusantara, tetapi juga dilakukan oleh sebagian umat Islam dari Yaman.

Hal ini dibuktikan dengan fatwa ulama Yaman, yaitu Syaikh Ibnu Ziyad (975 H), beliau berkata:

“Tidak ada ulama Syafi’iyah yang menjelaskan anjuran membaca shalawat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم diantara sela-sela salam Sholat Tarawih. Namun, yang dapat dipahami dari para ulama Syafiiyah adalah anjuran membaca doa setelah selesai sholat.

Para ulama juga menganjurkan mengawali doa dan mengakhirinya dengan bacaan sholawat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, keluarga dan para sahabatnya.

Dengan demikian, anjuran membaca shalawat dalam Tarawih adalah dengan melihat faktor tersebut” (Talkhish al-Fatawa Ibnu Ziyad 94, Hamisy kitab Bughyah)

Kedua, karena larangan melanjutkan sholat ke sholat berikutnya tanpa dipisah dengan pindah tempat atau ucapan.

Seperti hadits:

“Rasulullah ﷺ memerintahkan kita seperti itu, yaitu tidak menyambung ke sholat berikutnya hingga kami berkata sesuatu atau keluar dahulu” (HR Muslim)

Qunut Sholat Witir

“Sungguh telah diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib, bahwa beliau tidak membaca Qunut, kecuali dalam separuh kedua bulan Ramadhan, dan beliau Qunut sesudah rukuk. Ini adalah pendapat sebagian ulama, diantaranya As-Syafii dan Ahmad” (Sunan al-Tirmidzi, 2/309)

Witir Dipisah atau Disambung?

“Inilah yang diamalkan oleh sebagian ulama diantara para Sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم dan Tabiin.

Para tabi’in berpendapat bahwa 2 rakaat dipisah dengan yang ketiga adalah Sholat Witir 1 rakaat. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad dan Imam Ishaq” (Sunan al-Tirmidzi, 2/304)

Bacaan Bilal Shalat Tarawih dan Witir

Bilal adalah sahabat Nabi ﷺ yang mengumandangkan adzan pertama kali. Namun, sematan nama Bilal dipakai muslim bagi orang yang mengumandangkan adzan atau disebut muadzin. Sematan nama bilal pun biasanya dipakai bagi orang yang memimpin bacaan di antara Sholat Tarawih.

Adapun bacaan bilal tiap-tiap daerah terdapat sedikit perbedaan. Namun, secara umum maksudnya hamper sama.

Tarawih ke-1.

bacaan-bilal-sholat-tarawih-malam-1

Bilal:

صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Jamaah menjawab:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-2:

bacaan-bilal-sholat-tarawih-malam-2

Bilal:

Jamaah menjawab dengan bacaan:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-3:

bacaan-bilal-sholat-tarawih-malam-3

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal membaca:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-4:

bacaan-bilal-sholat-tarawih-malam-4

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-5:

bacaan-bilal-sholat-tarawih-malam-5

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal membaca:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-6:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-7:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-8:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-9:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal membaca:

Jamaah menjawab:

Tarawih ke-10:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Bilal:

Jamaah menjawab:

Setelah Sholat Tarawih selesai. Imam berdo’a yang diamini oleh makmum. Selanjutnya sholat witir 3 rokaat dengan 2x salam.

Salam pertama 2 rakaat. Salam kedua 1 rokaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *