Tata Cara dan Bacaan Sujud Sahwi

2 min read

Pernah meninggalkan sunnah ab’adh dalam sholat? Pernah juga ragu dalam jumlah rakaat sholat?

Maka, sujud sahwilah…

Pengertian Sujud Sahwi

Sahwa menurut bahasa adalah lupa atau lalai. Maksud dari suahwi di sini adalah suatu kesalahn yang disengata ataupun tidak yang dilakukan dalam sholat, yang menyebabkan wajibnya mengganti dengan sujud di kahir sholat.

Hukum Sujud Sahwi

Sujud sahwa hukumnya sunnah ketika adanya salah satu sebab yang nanti akan dibahas.

Sahkah sholat jika tidak sujud sahwi?

Sholat tetaplah sah, jika sujud tidak dilakukan, karena bukan wajib. Hal ini karena sujud sahwi tidak disyariatkan sebagai pengganti wajib.

Dalil Tentang Sujud Sahwi

Adapun dalil yang menjelaskan tentang disyariatkannya Sujud Sahwi adalah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhori, dari Abu Hurairah yang berkata, “Nabi ﷺ pernah sholat Dzuhur atau Sholat Ashar bersama kami. Setelah mengucapkan salam, Dzul Yadayan berkata, ‘Apakah sholatnya dikurangi Ya Rasul? Nabi ﷺ balik bertanya, ‘Betulkah yang dia bilang?’ Para sahabat menjawab, Betul’. Beliau lalu menyempurnakan dua rakaat lagi sebelum kemudian sujud dua kali.’ H.R Bukhori No. 1169)

Hal-hal yang Menyebabkan Sujud Sahwi

Terkadang kita bingung kapan kita harus melakukan sujud sahwi?
Berikut yang penyebab Sujud Sahwi harus dilakukan:

Meninggalkan Sunnah Ab’adh

Al Imam Bukhori dan Imam Muslim memiliki riayat dari Abdullah bin Buhainah yang berkata,

“Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan sholat dua rakaat bersama kami –dalam riwayat lain, ‘Beliau ﷺ duduk usai mengerjakan dua rakaat Dzuhur – diikuti oleh beberapa orang lain saat menunggu beliau mengucapkan salam pertanda sholat usai, beliau ﷺ bertakbir, lalu sujud dua kali dari duduk. Baru kemudian beliau ﷺ mengucapkan salam.” (H.R Bukhori No. 1166 dan Muslim No. 570)

Ibnu Majjah, Abu Sawud dan perawi hadits lain menyebutkan dari Mughiroh bin Syu’bah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika salah seorang dari kalian terlanjur berdiri, maka jika berdirinya belum sempurna, hendaklah ia duduk.

Tapi jika berdirinya sudah sempurna, maka tidak usah duduk, tetapi sujud sahwi dua kali. “ (HR. Ibnu Majjah No. 1208 dan Abu Dawud No. 1026)

Ragu dalam Jumlah Rakaat Sholat

Jika ragu dalam jumlah rakaat sholat, maka ambillah rakaat yang paling sedikit, lalu smepurnakan sisanya.

Setelah itu, lakukan sujud sahwi karena ada kemungkinan jumlah rakat sholatnya berlebih.

Misalnya lupa Apakah sholat Asharnya sudah tiga atau empat rakaat?

Maka, buang rasa ragu itu dan yakinkan mana yang benar. Sebelum salam, lakukan sujud dua kali. Jika sholatnya tiga rakaat, itu sudah digenapkan.
Jika benar sudah empat rakaat, maka itu supaya mengalahkan setan.

Jika rasa ragu itu kembali muncul ketika selesai sholat, maka keabsahan sholat tidak terpengaruh sedikit pun., kecuali ragu-ragu dalam niat dan takbiratul ihram. Jika ini terjadi, maka wajib mengulangi shoaltnya.

Lalu, bagaimana jika makmum yang lupa saat sholat?

Dalam hal ini jika makmum lupa pada saat mengikuti imam, misalnya lupa tidal tasyahud awwal, maka ditanggung oleh imam. Ia tidak harus melakukan sujud sahwi setelah mengucapkan salam.

Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ , “Imam itu penjamin sholat makmumnya,” (HR. Ibnu HIbban No. 362)

Mengerjakan Larangan yang bisa membatalkan Sholat jika disengaja atau lupa

Maksudnya adalah, jika lupa mengucapkan beberapa kata atau menambah rakaat dalam sholat. Lalu, jika teringat hal itu saat masih sholat, maka sunnah melakukan sujud sahwi.

Melakukan Rukun, Sunnah Ab’adh atau Membaca Surat tidak pada tempatnya

Misalnya, membaca surat Al Fatihah pada waktu duduk tasyahud, atau membaca qunut pada waktu ruku’, atau membaca surat yang disunnahkan setelah AL Fatihah waktu I’tidal.

Jika ini semua dilakukan, maka disunnahkan melakukan sujud sahwi di akhir shalat sebelum salam.

Tata Cara Melakukan Sujud Sahwi

  1. Sujud sahwi dilakukan dua kali persis seprti sujud sholat pada umumnya.
  2. Niatnya, mengerjakan sujud sahwi dan dilakukan sebelum salam.
  3. Jika sujud belum dilakukan karena lupa atau disengaja lama setelah salam, maka tidask perlu lagi sujud.
  4. Jika jaraknya salam tidak lama, sujud sahwi masih dapat dilakukan dengan cara sujud dua kali.
  5. Niatnya sujud sahwi
  6. Lalu, melakukan salam

Bacaan Sujud Sahwi

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Latin Bacaan Sujud Sahwi

“Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huu”

Arti Bacaan Sujud Sahwi

“Maha Suci Allah yang tidak pernah tertidur dan tidak pernah lupa.”

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai sujud sahwi. Semoga penjelasan ini dapat menambah keilmuan dan keimanan kepada Allah ta’ala.

Dengan hadirnya penjelasan ini juga bisa membuat kita untuk berhati-hati dan lebih khusyu’ dalam melaksanakan sholat. Karena di dalam sholat banyak keutamaan.